Aku lagi rajin-rajinnya ngepost nih :D
Soalnya ini masuk tugas sekolah sih XD
Yep, aku lagi pengen ngepost foto-foto danbo nih.
Mumpung selo sih.
Fotonya sih nggak new, mungkin udah sekitar 2014an motretnya.
Tapi, daripada nggak dipublikasiin, mending aku post ke sini aja deh.
Aku juga mau bagi-bagi pengetahuan, kali ini tentang penemu lilin. Iya, lilin yang bisa nyala kalo dikasih api itu, bukan lilin yang lain.
Oke, silakan...
Mungkin sih ada yang pake generator atau senter...
Tapi kalo persediaan bensin atau solar habis?
Kalo nggak punya cadangan baterai?
Gimana dong? Kalian gelap-gelapan?
Mungkin jawaban kalian "iya", tapi ada juga yang berpikiran buat nyalain lilin kan.
Kita harus berterima kasih sama penemu lilin. Apa ada yang tau asal mula lilin?
Bangsa Mesir tercatat pertama kali menggunakan lilin sejak tahun 3000 SM. Sedangkan pada abad I bangsa Romawi menggantikan batang alang-alang dengan sumbu serat yang dimasukan ke lemak cair yang didinginkan, lalu kemudian dicelupkan kembali ke lemak cair. Cara ini dilakukan berulang-ulang hingga ketebalan tertentu.
Lilin lemak ini banyak digunakan pada abad pertengahan oleh penduduk Eropa. Sayangnya, saat itu harganya sangat mahal sehingga hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan. Penelitian tentang lilin pun terus berlanjut. Lalu, lemak bersumbu akhirnya digantikan lilin dari malam lebah beraromawangi tanpa bau lemak.
Awal abad ke-19, Michel Eygene Chevreul (ahli kimia Prancis) berhasil memisahkan asam lemak dari gliserin lemak yang menghasilkan asam stearat (bahan penting untuk menghasilkan lilin bermutu baik).Stearat, spermaceti dan malam parafin pun menjadi bahan baku utama lilin. Asalnya dari lemak ikan paus, juga tidak menimbulkan bau pedas ataupun pedih di mata saat lilin dinyalakan.
Mesin pencetak lilin mulai dikembangkan pada abad ke-19. Mesin ini terdiri atas tangki logam yang dipanaskan lalu didinginkan berganti-ganti.Cara kerjanya: mula-mula sumbu disusupkan dari dasar cetakan melalui piston, menembus lilin cair dalam cetakan.Setelah cetakannya dingin, lilin mengeras, lilin didorong keluar oleh piston, lalu sumbunya dipotong.
Nah, begitulah asal mula lilin. Sekarang sih, banyak lilin modern yang beraromaterapi. Banyak juga yang tidak begitu suka menggunakan lilin, tapi cahaya yang dihasilkannya sangat indah dan juga bermanfaat untuk penerangan. Kita harus berterima kasih pada penemu lilin, ya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar